Rabu, 21 November 2012

Kebaikan berteman kebaikan

Sering kita dengar ungkapan bahwa untuk melihat siapakah seseorang di hadapan kita, maka lihatlah siapa teman akrabnya. Secara alamiah, manusia akan berkumpul dengan komunitas yang sesuai dengan pribadinya.

Jauh sebelum ungkapan tersebut mengemuka, dalam surat 24 ayat 26 sudah dinyatakan bahwa wanita yang jahat untuk laki-laki jahat dan wanita baik untuk laki-laki baik. Dalam beberapa hadits juga disebutkan bahwa ruh manusia akan mencari yang sesuai dengannya.

Ayat dan hadits tersebut tidak terbatas pada perjodohan, tetapi juga pada sifat-sifat manusia. Ketika kita membiasakan berbuat baik, maka potensi kebaikan kita akan berkembang. Sebaliknya ketika kita membiasakan sifat jelek, maka potensi kejelekan kita yang akan berkembang.

Pada saat kita sudah berjalan pada jalur kebaikan, maka godaan untuk berbuat jelek selalu ada. Jika kita condong sedikit saja, maka akan terjerumuslah kita apabila tidak bertaubat. Ketika pertama kali kita berbuat jelek, ada kesadaran bahwa itu adalah jelek. Namun ketika kita membiarkan kejelekan tersebut tanpa melakukan taubat, maka akan menjadi noda hitam di dalam hati. Semakin banyak noda hitam dalam hati semakin sulit untuk membedakan kebaikan dan kejelekan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar